TANGERANG – Direktorat Jenderal Imigrasi mencanangkan strategi optimalisasi layanan dan infrastruktur guna mewujudkan ekosistem digital keimigrasian. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Tinggi Imigrasi Tahun 2026 yang digelar di Tangerang.

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, menegaskan bahwa transformasi digital Imigrasi merupakan hasil kerja keras dan inovasi berkelanjutan. Integrasi sistem lintas kementerian dan lembaga, termasuk penerapan sistem All Indonesia, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kecepatan dan kemudahan layanan keimigrasian.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menjelaskan bahwa fokus tahun 2026 diarahkan pada penguatan layanan berbasis digital dan modernisasi infrastruktur di berbagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Upaya ini meliputi penambahan unit autogate, peningkatan fasilitas perbatasan, serta penerapan proses bisnis berkelanjutan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan.
Selain pelayanan, Imigrasi juga memperkuat penegakan hukum, khususnya dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Penyelundupan Manusia (TPPM) melalui program Desa Binaan. Imigrasi turut mendukung iklim investasi nasional dengan penyederhanaan regulasi visa dan izin tinggal, serta melaksanakan kegiatan sosial bagi masyarakat di sekitar unit kerja.
Sebagai penutup, Silmy Karim menegaskan bahwa Imigrasi akan terus memperkuat ekosistem digital dan modernisasi infrastruktur, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Capaian dan pengakuan internasional yang diraih diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian


IMIGRASI KETAPANG