Ketapang - Dalam rangka acara pelantikan pengurus Lembaga Anti Narkotika (LAN) Ketapang sekaligus peresmian Suara Indo Biro Ketapang dan Ketapang Institut, Imigrasi Ketapang turut menghadiri kegiatan ini yang menjadi ruang diskusi terkait isu narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di wilayah Ketapang.
Forum ini turut dihadiri oleh perwakilan beberapa instansi di Ketapang, seperti Uti Iskandar selaku Ketua DPC. LAN Ketapang, Letnan Kolonel CHK Rusdaw Hajriyanto, serta Heryandi sebagai perwakilan Bupati Ketapang yang mengisi Ruang Rapat Kantor Bupati Ketapang pada Kamis (05/02/2026).
Diskusi yang bertema “Ketapang Bebas Narkoba: Sinergi Negara, Daerah, dan Masyarakat Menyelamatkan Generasi” ini menyoroti masifnya peredaran narkoba di sejumlah wilayah Ketapang, terutama Air Upas, yang bahkan telah menyasar anak usia sekolah. Sekretaris LAN, Hamdan, menyebut beberapa titik rawan atau “Texas” seperti Kendawangan, Air Upas, Sandai, Tumbang Titi, dan Sungai Melayu, serta menekankan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Para narasumber mendorong sinergi lintas sektor melalui edukasi, pencegahan, dan penguatan peran masyarakat agar upaya pemberantasan narkoba berjalan berkelanjutan.
“Menurut kami percuma, Presiden Prabowo dalam Asta Cita yang ketujuh menginginkan atau berharap ada pemberantasan narkoba, tetapi tidak didukung oleh stakeholder yang ada. Cuma ada polisi misalnya di Ketapang, tetapi kita tidak andil di situ, tidak ikut melakukan sosialisasi terkait bahaya narkoba,” tegasnya.
Meski tidak menghadiri kegiatan secara langsung, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ketapang, Benny Septiyadi, mengapresiasi langkah LAN Ketapang dalam membentuk Suara Indo dan Ketapang Institut yang dinilai mendukung pengawasan keimigrasian, khususnya terkait isu narkoba.
“Kami sangat mengapresiasi langkah LAN (pembentukan Suara Indo, dan Ketapang Institut). Ini menjadi sinergi yang sejalan dengan fungsi pengawasan kami. Di mana, informasi media dan riset mitra dapat membantu pemetaan potensi kerawanan di daerah yang berhubungan dengan keimigrasian,” pungkasnya.
Melalui forum diskusi ini, tentunya diharapkan dapat melanggengkan komitmen kolektif serta langkah-langkah nyata untuk mewujudkan Ketapang yang bersih dari narkoba dan terlindungi dari ancaman peredarannya.


IMIGRASI KETAPANG