Ketapang – Dalam rangka memperkuat kapasitas kehumasan dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan media sosial, Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ketapang mengikuti kegiatan sosialisasi daring bertajuk “Belajar Lewat Humas (Blewah)” yang diselenggarakan oleh Tim Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Imigrasi pada 24–25 Februari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penyatuan persepsi sekaligus penguatan kompetensi jajaran humas di seluruh satuan kerja, khususnya dalam menghadapi dinamika komunikasi publik di era digital yang semakin berkembang.
Pada hari pertama, Selasa (24/2), materi difokuskan pada pembahasan Pedoman Media Sosial Tahun 2026. Narasumber Ade Irma Stefi menekankan pentingnya pemahaman terhadap landasan hukum dalam setiap proses produksi dan publikasi konten guna menghindari potensi isu negatif maupun risiko pencemaran nama baik institusi.
Beberapa aspek strategis yang dibahas meliputi standarisasi visual melalui penggunaan color palette dan font resmi sebagai bagian dari penguatan identitas Imigrasi, etika publikasi terkait unggahan pimpinan dan kegiatan internal, serta mekanisme kolaborasi konten dengan akun pusat yang harus memenuhi kriteria edukatif, kreatif, serta bebas dari unsur SARA.
Selanjutnya, pada sesi berbagi praktik baik turut menghadirkan para pemenang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2025 dari Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Malang, Maumere, dan Rumah Detensi Imigrasi Surabaya. Para narasumber berbagi pengalaman mengenai strategi membangun identitas konten yang konsisten serta pemanfaatan kalender konten yang adaptif dan terencana.
Memasuki hari kedua, Rabu (25/2), kegiatan dilanjutkan dengan materi teknis bertema “Rahasia Editing Konten Menggunakan CapCut” yang dipandu oleh Al Ghazali. Peserta memperoleh pemahaman mengenai penyusunan hirarki audio dengan memprioritaskan Voice Over di atas Sound Effect dan Background Music, penyesuaian color grading untuk menjaga kualitas visual, penggunaan subtitle satu baris agar lebih efektif dan mudah dipahami, serta teknik penggabungan A-Roll dan B-Roll guna menghasilkan alur video yang dinamis dan profesional.
Dalam sesi diskusi, Tim TIKIM Kantor Imigrasi Ketapang menunjukkan partisipasi aktif, khususnya dalam pembahasan strategi menjaga kualitas resolusi video agar tetap optimal saat diunggah ke berbagai platform media sosial. Atas keaktifan tersebut, Kantor Imigrasi Ketapang berhasil meraih dua penghargaan kategori “Best Question”, yaitu peringkat ketiga pada hari pertama dan peringkat pertama pada hari kedua pelaksanaan kegiatan.
Sebagai bagian dari penguatan pesan kegiatan, perwakilan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Abdul Hamid dan Dandun Kusuma Yudha, menegaskan pentingnya konsistensi dalam membangun identitas konten.
“Identitas konten itu lahir dari hal-hal kecil yang diulang-ulang, sampai orang-orang menyadari bahwa itu merupakan konten kita bahkan sebelum melihat nama akunnya,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi Tim Humas untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi serta meningkatkan sinergi dalam membangun kepercayaan publik. Komitmen tersebut sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, khususnya dalam penyampaian informasi yang edukatif, informatif, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.


IMIGRASI KETAPANG